Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label Ngaju

Cerita Kampung Tjoeking (Lewu Juking) Kuala Kapuas

ilustrasi - Kampung Juking Kuala Kapuas Pada tahun 1800an permukiman pertama yang dijumpai oleh Belanda di muara Sungai Moeroeng Kapuas, terdiri dari beberapa desa yang memiliki jumlah penduduk yang besar, dengan pertahanan yang kuat dan penduduknya yang gagah perkasa. Nama-nama desa tersebut adalah Tjoeking , Baranges , Beta Pong (Badapaung) , Pulu Koepang (Pulau Kupang), Bahanau , Tameang dan Basarang. Pekerjaan utama desa-desa tersebut adalah budidaya padi dan perdagangan. Para pedagang Jawa dan bugis tiba di muara Batang Moeroeng untuk melakukan perdagangan dengan suku Dayak Ngaju yang tinggal di muara Batang Moeroeng , dan beberapa kampong Dayak bahkan hidup oleh perdagangan melalui laut tersebut.

Pulau Petak (Poeloe Petak)

Pulau Petak adalah sebuah kecamatan di Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah, Indonesia. Ibukota Kecamatan Pulau Petak adalah Sei Tatas. Desa Sei Tatas terletak di pinggir Sungai Kapuas Murung. Sebagian besar masyarakat di kecamatan ini masih berada di pinggir sungai mengingat sebelum adanya jalan darat, mengingat jalur transportasi utama adalah melalui sungai. Desa Sei Tatas di mekarkan pada bulan Februari 2009 menjadi 2 (dua) Desa yaitu Desa Sei Tatas Hilir dan Desa Sei Tatas Hulu.

Batu Ayau Tempat Suci Ksatria Kayau Suku Dayak Ot Danum

HumaBetang - Yang dinamakan Batu Ayau adalah nama bukit atau gunung tempat suku Dayak Ot Danum-Ngaju melakukan ritual adat sebelum melakukan kayau-asang jaman dahulu. Bukit Batu Ayau ini dianggap keramat dalam adat Kaharingan di Kalimantan Tengah, yang terletak di wilayah Kabupaten Murung Raya, Provinsi Kalimantan Tengah, berbatasan dengan Kalimantan Timur, dengan ketinggian sekitar 1.652 meter dari pemukaan laut.

Tetek Tatum Asal Mula Suku Dayak

HumaBetang - Menurut panaturan Tetek Tatum, suku Dayak Ot Danum diperkirakan yang tertua di wilayah pulau Kalimantan (Borneo). Dan seluruh orang Dayak berkeyakinan bahwa nenek moyang mereka berasal dari langit yang diturunkan ke dunia dengan wadah emas di empat tempat. Dan Leluhur Dayak diturunkan dari langit yang ke tujuh ke dunia ini dengan Palangka Bulau (Palangka artinya suci, bersih, merupakan ancak, sebagai tandu yang suci, gandar yang suci dari emas diturunkan dari langit, sering juga disebutkan Ancak atau Kalangkang) diturunkan dari langit ke dalam dunia ini di empat tempat berturut-turut melalui Palangka Bulau, yaitu: